Jenis Marmer & Batu Alam untuk Lantai: Panduan Mengenali Karakteristiknya | ArthaMarble

Beranda / Jenis Marmer & Batu Alam

Edukasi

Jenis Marmer & Batu Alam untuk Lantai: Panduan Mengenali Karakteristiknya

Sebelum memutuskan cara merawat atau memoles lantai, ada baiknya kenali dulu jenis marmer atau batu alam apa yang sebenarnya terpasang di rumah Anda. Setiap jenis punya karakter pori, kekerasan, dan cara rawat yang berbeda.

Kenapa perlu tahu jenis lantai Anda

Banyak orang menyebut semua lantai batu alam sebagai “marmer”, padahal yang terpasang bisa saja granit, travertine, atau jenis batu lain yang punya karakter berbeda. Ini bukan sekadar soal istilah — jenis batu menentukan seberapa keras permukaannya, seberapa besar porinya, dan seberapa sering ia perlu dipoles ulang.

Batu yang lebih berpori misalnya butuh perhatian ekstra soal tumpahan cairan, sementara batu yang lebih keras cenderung lebih tahan gores tapi punya cara poles yang berbeda. Mengenali jenis lantai Anda membantu menentukan perawatan yang tepat, bukan asal-asalan.

Jenis-jenis marmer yang umum dipakai

Marmer terbentuk dari batu kapur yang mengalami proses metamorf, dan warnanya dipengaruhi oleh mineral yang ada di dalamnya. Berikut beberapa jenis yang paling sering saya temui di lapangan.

Marmer Putih Carrara
Marmer

Marmer Putih (Carrara)

Dasar putih dengan serat abu-abu halus yang mengalir. Paling populer untuk ruang tamu karena kesan bersih dan elegan, tapi porinya relatif lebih terbuka sehingga perlu poles dan perawatan lebih rutin.

Marmer Krem atau Beige
Marmer

Marmer Krem / Beige

Warna hangat dengan serat lebih lembut, cocok untuk hunian bergaya klasik maupun modern. Umumnya sedikit lebih mudah dirawat dibanding marmer putih murni.

Marmer Calacatta
Marmer

Marmer Calacatta

Mirip Carrara tapi dengan serat yang lebih tebal dan kontras keemasan atau kecoklatan. Terkesan lebih mewah, sering dipakai sebagai focal point di ruang tamu atau lobby.

Marmer Emperador
Marmer

Marmer Emperador

Warna coklat tua sampai gelap dengan serat halus, memberi kesan hangat dan berkarakter kuat. Sering dipakai untuk area yang ingin tampil beda dari palet warna terang.

Jenis batu alam lain selain marmer

Selain marmer, ada beberapa jenis batu alam lain yang sering dipasang berdampingan atau bahkan disalahsebut sebagai marmer, padahal karakternya cukup berbeda.

Granit
Batu Alam

Granit

Lebih keras dan padat dibanding marmer, dengan tekstur berbintik khas. Tahan gores dan noda, sering dipakai untuk area dengan lalu lintas tinggi seperti lobby atau area komersial. Teknik polesnya sedikit berbeda dari marmer.

Travertine
Batu Alam

Travertine

Punya pori-pori alami yang khas di permukaannya. Kalau porinya tidak diisi (filled) dengan baik, kotoran dan cairan bisa lebih mudah meresap, jadi butuh perhatian ekstra saat perawatan.

Batu Onyx
Batu Alam

Onyx

Punya kesan translusen dengan serat mengalir yang khas, sering dipakai sebagai elemen dekoratif karena tampilannya yang mencolok. Lebih lunak dari marmer sehingga perlu penanganan lebih hati-hati.

Limestone
Batu Alam

Limestone

Tampilan lebih matte dan seragam dibanding marmer, dengan pori yang cukup terbuka. Sifatnya mirip marmer karena sama-sama berbahan dasar kapur, jadi perlu perawatan dengan prinsip yang serupa.

Cara sederhana mengenali jenis lantai sendiri

Kalau Anda tidak yakin lantai di rumah termasuk jenis apa, ada cara sederhana yang bisa dicoba sendiri sebelum menghubungi profesional:

  • Perhatikan pori permukaannya. Marmer dan limestone umumnya punya pori lebih halus, sementara travertine terlihat jelas berlubang-lubang kecil.
  • Perhatikan pola seratnya. Marmer biasanya punya serat yang mengalir jelas, granit lebih berbintik acak, dan onyx punya pola melingkar yang khas.
  • Coba tes tetes cuka di area tersembunyi. Marmer dan limestone bereaksi dengan asam — akan muncul bercak buram kecil kalau ditetesi cuka. Granit umumnya tidak bereaksi karena bukan berbahan dasar kapur.

Masih ragu jenis lantai Anda apa? Kirim foto lewat WhatsApp, nanti dibantu identifikasi sekaligus dijelaskan cara perawatan yang paling sesuai.

Tanya via WhatsApp →

Tanya jawab singkat

Apakah granit dan marmer dirawat dengan cara yang sama? +

Tidak sepenuhnya sama. Granit lebih keras dan tidak bereaksi terhadap asam seperti marmer, jadi produk pembersih dan teknik polesnya bisa berbeda meski prinsip dasarnya (hindari bahan kasar, segera bersihkan tumpahan) tetap serupa.

Kenapa travertine sering terlihat berlubang-lubang? +

Itu karakter alami travertine karena proses terbentuknya. Biasanya pori ini diisi (filled) saat pemasangan supaya permukaan lebih rata, tapi seiring waktu pengisi tersebut bisa terkikis dan perlu diisi ulang.

Apakah semua jenis batu alam bisa dipoles ArthaMarble? +

Sebagian besar bisa, karena tekniknya disesuaikan dengan jenis batunya masing-masing. Kirim foto lantai Anda dulu lewat WhatsApp supaya bisa dipastikan penanganan yang paling tepat.

Baca juga

Beberapa halaman lain yang mungkin membantu:

Sudah Tahu Jenis Lantai Anda? Saatnya Dirawat dengan Tepat

Apa pun jenis marmer atau batu alam di rumah Anda, ArthaMarble bisa bantu memoles dan merawatnya sesuai karakternya.

Chat via WhatsApp