Tips Perawatan Lantai Marmer: Solusi Masalah yang Sering Terjadi | ArthaMarble

Beranda / Tips Perawatan Lantai Marmer

Edukasi

Tips Perawatan Lantai Marmer: Solusi untuk Masalah yang Sering Terjadi

Sebagian besar masalah pada lantai marmer sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan harian yang tepat. Berikut beberapa hal yang paling sering saya temui di lapangan, dan apa yang bisa Anda lakukan sebelum lantai benar-benar butuh dipoles ulang.

Lantai kusam dan buram

Ini keluhan yang paling sering saya dengar. Lantai yang tadinya mengilap lama-lama terlihat pudar, seperti berkabut, meski sudah dipel setiap hari. Penyebabnya biasanya bukan karena lantai “kotor”, tapi karena lapisan pelindung alami di permukaan marmer sudah aus terkikis waktu, atau justru rusak akibat cairan pembersih yang salah.

Marmer itu material yang cukup sensitif terhadap zat asam. Banyak orang tanpa sadar memakai cairan pel serbaguna yang sebenarnya diformulasikan untuk keramik, bukan batu alam. Lama-lama, cairan itu mengikis lapisan permukaan marmer sedikit demi sedikit sampai kilaunya hilang.

Saran praktis: gunakan pel dengan pH netral (sekitar 7), atau cairan yang memang diperuntukkan untuk batu alam. Hindari pembersih yang mengandung cuka, jeruk nipis, atau pemutih, sekalipun terlihat ampuh menghilangkan noda.

Baret dan goresan

Marmer memang keras, tapi permukaannya tetap bisa tergores oleh benda yang lebih keras atau oleh gesekan berulang. Dua penyebab paling umum yang saya temui: kaki meja atau kursi yang diseret langsung di atas lantai, dan pasir halus yang terbawa masuk dari luar rumah lalu terinjak berulang kali.

Pasir sebenarnya jadi musuh diam-diam untuk lantai marmer. Butirannya kecil, sering tidak terlihat, tapi cukup keras untuk berfungsi seperti amplas halus kalau terus-menerus terinjak dan bergesekan dengan permukaan lantai.

Saran praktis: pasang alas karet atau felt pad di kaki furnitur, dan sediakan keset di pintu masuk supaya pasir dari luar tidak langsung terbawa ke lantai marmer.

Noda membandel

Marmer punya pori-pori mikroskopis di permukaannya, jadi kalau ada cairan yang tumpah dan dibiarkan, cairan itu bisa meresap dan meninggalkan noda yang sulit dihilangkan. Kopi, kecap, minyak goreng, sampai tumpahan minuman bersoda semuanya berpotensi meninggalkan bekas kalau tidak segera dibersihkan.

Yang perlu diwaspadai justru cairan yang terlihat sepele seperti air jeruk atau cuka dari masakan. Karena sifatnya asam, cairan ini bisa langsung “membakar” permukaan marmer dan meninggalkan bercak buram permanen dalam hitungan menit, bukan noda biasa yang tinggal dilap.

  • Segera lap tumpahan cairan, jangan menunggu sampai mengering sendiri.
  • Gunakan kain lembut dan air bersih, hindari menggosok terlalu keras.
  • Untuk noda yang sudah lama meresap, biasanya perlu penanganan khusus — bukan sekadar dipel.

Nat atau sambungan lantai yang kotor

Bagian yang sering terlewat saat membersihkan lantai adalah nat atau garis sambungan antar lempengan marmer. Debu dan kelembapan yang menumpuk di sana lama-lama membuat nat terlihat menghitam, dan ini cukup mengganggu tampilan keseluruhan lantai walau lempengan marmernya sendiri masih bagus.

Sikat kawat memang terlihat efektif untuk membersihkan nat, tapi justru berisiko meninggalkan goresan halus di permukaan marmer di sekitarnya. Lebih aman menggunakan sikat berbulu lembut dengan air hangat, dilakukan secara rutin supaya kotorannya tidak keburu menumpuk dan mengeras.

Boleh dan jangan dalam perawatan harian

Supaya lebih mudah diingat, berikut ringkasan kebiasaan yang membantu menjaga lantai marmer tetap awet, dan kebiasaan yang justru mempercepat kerusakannya.

Sebaiknya dilakukan

  • Sapu atau vacuum debu setiap hari sebelum mengepel
  • Pel dengan air bersih dan kain microfiber
  • Keringkan lantai setelah dipel agar tidak berbekas air
  • Lap tumpahan cairan sesegera mungkin
  • Gunakan alas di kaki furnitur

Sebaiknya dihindari

  • Cairan pembersih asam (cuka, jeruk nipis)
  • Pemutih atau bahan kimia keras lainnya
  • Sikat kawat atau spons kasar
  • Menyeret furnitur langsung di atas lantai
  • Membiarkan pasir/kerikil menumpuk lama

Kapan harus dipoles ulang

Perawatan harian membantu memperlambat kerusakan, tapi tidak bisa mengembalikan kilau yang sudah benar-benar hilang. Ada beberapa tanda yang biasanya menunjukkan lantai Anda sudah waktunya dipoles ulang, bukan sekadar dibersihkan lebih rajin:

  • Permukaan terasa kasar saat diraba, padahal sudah rutin dipel
  • Ada baret yang cukup dalam dan terlihat jelas dari berbagai sudut
  • Kilau tidak kembali meski lantai dalam keadaan bersih dan kering
  • Muncul bercak buram yang tidak hilang dengan pembersihan biasa

Kalau salah satu dari tanda di atas sudah terasa, biasanya itu artinya lapisan permukaan marmer memang sudah aus dan perlu dipoles ulang secara profesional, bukan sekadar dirawat lebih intensif.

Butuh bantuan menilai kondisi lantai Anda? Kirim foto kondisi lantai lewat WhatsApp, nanti dibantu lihat apakah masih bisa dirawat sendiri atau memang sudah waktunya dipoles ulang.

Chat sekarang via WhatsApp →

Tanya jawab singkat

Apakah lantai marmer bisa dibersihkan dengan sabun cuci piring? +

Sebaiknya dihindari untuk pemakaian rutin. Sebagian sabun cuci piring mengandung bahan yang cukup keras untuk permukaan marmer bila dipakai terus-menerus. Untuk pembersihan harian, air bersih dengan kain microfiber biasanya sudah cukup.

Berapa sering lantai marmer perlu dipoles ulang? +

Tergantung intensitas penggunaan dan cara perawatannya. Area dengan lalu lintas tinggi seperti lobby atau ruang tamu biasanya butuh lebih sering dibanding kamar tidur. Tidak ada patokan waktu yang pasti — lebih baik dinilai dari kondisi lantainya langsung.

Apakah noda pada marmer selalu bisa dihilangkan? +

Tidak selalu, tergantung jenis cairan dan seberapa lama noda tersebut dibiarkan meresap. Noda yang baru biasanya masih bisa ditangani, sementara noda lama yang sudah meresap dalam terkadang butuh proses poles ulang untuk benar-benar hilang.

Baca juga

Beberapa halaman lain yang mungkin membantu:

Nggak Perlu Pusing Mikirin Lantai Marmer Anda

Kusam, baret, atau noda yang susah hilang — serahkan saja ke ArthaMarble. Anda tinggal kirim foto kondisi lantainya, sisanya biar kami yang urus sampai kinclong lagi.

Chat via WhatsApp